TIPS MEMILIH KENARI MERAH ASLI !
Seiring dengan memucaknya harga kenari merah dipasaran, bila
dibandingkan dengan kenari warna yang lain. Maka kondisi ini mengundang
munculnya reaksi persaingan tidak sportif dari segelintir oknum
peternak, sehingga tak ayal lagi pemalsuan warna pada kenari dengan
warna merah sering dijumpai dipasar-pasar. Dan pemalsuan ini biasanya
dilakukan dengan dua cara, yang pertama dengan cara pencelupan bulu dari
luar, dan kedua dari dalam dengan cara chemis organik melalui makanan.
Umumnya cara celup yaitu dengan cara burung-burung kenari itu dibiarkan
mandi berulang-ulang pada air yang diberi warna merah, sehingga
bulu-bulu burung tersebut akan kelihatan merah mengagumkan.Burung
seperti ini mudah untuk di teliti kepalsuannya, yaitu dengan
memparhatikan pada tangkai bulu (calamus)atau pada tungkai, bahkan
saking merahnya biasanya kaki dan kukunya pun ikut merah, maka burung
tersebut dapat dipastikan warna merah pada kenari tersebut karena proses
pencelupan atau dimandikan dengan air berwarna merah.
Akan tetapi, lain halnya dengan pemalsuan cara kimia(chemis), dimana
pemberian obat pewarna seperti bogena,pigment atau zat pewarna lainnya
dicampurkan pada makanan atau pada tepung roti telur, kemudian diberikan
pada anak-anak burung atau burung yang menjelang mabung(masa
perontokan/ganti bulu). Maka ini akan sukar mengenalinya. Namun yakinlah
burung-burung seperti itu jangankan mampu menurunkan anak-anak merah
secara genetik, bahkan warna merah pada bulunya sendiri tidak akan kekal
dan tidak akan mampu dipertahankan, karena sifat burung kenari secara
alamiah ada masa-masa mabung secara periodik antara 6 - 7 bulan sekali,
sehingga keaslian bulu pada kenari akan jelas nampak pada masa mabung,
dan bulu kenari akan kembali pada bulu aslinya.
Oleh karena itu pewarnaan dengan cara-cara diatas hendaknya dihindari
dan harus ditinggalkan, karena bagaimanapun dengan perjalanan waktu,
burung kenari merah hasil celupan dan chemis pasti akan diketahui warna
aslinya, dan sudah barang tentu ini akan mengecewakan pihak lain
terutama pembeli yang merasa tertipu. Dan dampak yang paling buruk
justru akan terkena pada peternak kenari merah itu sendiri.
Cara Menghindari Pemalsuan Kenari Merah
Untuk memastikan burung itu asli merah atau palsu, salah satu cara bisa
dilakukan dengan mencabut bulu antara 5 - 7 lem bar pada bulu dada,
kemudian tunggulah sampai bulu itu tumbuh kembali, biasanya memerlukan
waktu 10 - 20 hari. Dan yang paling penting adalah pastikan 7 hari
sebelum pencabutan bulu sampai bulu-bulu itu tumbuh kembali, semua
makanan dan minuman tidak dicampur dengan obat pewarna. Dan seterusnya
setelah bulu-bulu itu tumbuh, bandingkan dengan bulu sekitarnya. Apabila
bulu yang baru tumbuh itu warnanya jauh beda, bahkan menjadi orange
atau fros, maka tak ayal lagi bulu burung itu menggunakan obat pewarna,
artinya warna merahnya palsu.
Disamping itu sebagai jaminan, usahakan kenari merah yang dibeli
menggunakan RING dan yang bernomor register, agar jelas identitas
kepemilikan dan penangkarnya. Hal ini untuk memudahkan bila ada
complain.
Selain itu peternak yang telah menggunakan RING pada setiap produksinya,
ia tidak akan berani melakukan penipuan atau manipulasi warna, karena
ia menyadari betul pada akhirnya justru hanya akan menurunkan nama baik
dan reputasi peternak itu sendiri.
Pudarnya Kenari Merah Asli
Adakalanya timbul kekeliruan penilaian, yang mengira bahwa pemerosotan
warna pada kenari merah asli itu dicurigai akibat sebelumnya memakai
obat pewarna merah atau dianggap palsu, padahal penurunan warna merah
bisa saja diakibatkan buruknya perawatan, seperti ; burung dengan waktu
lama ditempatkan pada ruangan yang terlalu lembab, kurang kena sinar
matahari pagi, asupan makan yang kurang baik, kesehatan burung yang
kurang baik, atau metabolisme burung yang tidak sempurna sehingga masa
mabung/meranggas yang tidak pernah selesai, akibatnya bulu burung selalu
muda, karena bulu -bulu yang tumbuh sudah tanggal/jatoh sebelum bulu
tua, atau bulu-bulu itu jatoh sebelum kembali sempurna seperti sebelum
mabung.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar